Gallery

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

title

description

title title

Link

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Admin

Harga Tanaman Pala Tengah Naik Daun
Info
 Tanaman pala sudah terkenal sebagai salah satu komoditas ekspor Indonesia.Memang, tanaman ini memiliki banyak kegunaan, mulai dari kulit, batang, daun, biji hingga daging buahnya pun bermanfaat. Sehingga, tak hanya laku sebagai komoditas ekpor, permintaan pala dari dalam negeri pun tak kalah banyak.

Syaifudin Kai, petani pembibit tanaman pala sekaligus penjual bibit tanaman pala dari Depok, bilang, saat ini harga tanaman pala siap jual sedang tinggi. Syaifudin mengaku bisa menjual tanaman pala setinggi 1 meter seharga Rp 35.000 per polibag. "Biasanya harganya cuma Rp 15.000 per polibag. Sebab stoknya sedang kosong jadi harganya agak mahal," ujar dia.

Syaifudin menuturkan, mulai dari bibit hingga layak jual untuk bisa ditanam biasanya butuh waktu 4-7 bulan. Tinggi tanaman pala yang siap dijual rata-rata memiliki tinggi 30 centimeter (cm)-1 meter (m).


Baca lebih lanjut...
 
Lada Putih Bangka Tergusur
Info
 Jamal (40), petani lada di Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (30/1), memandangi hamparan tanaman lada miliknya yang akan panen lima bulan lagi. Wajahnya ceria.

Jamal berharap saat panen nanti harga lada putih tetap tinggi seperti sekarang. ”Selama 10 tahun terakhir, harga komoditas itu selalu anjlok saat musim panen,” katanya.

Saat ini harga lada putih di tingkat petani Rp 38.000-Rp 41.000 per kilogram.

Lada putih, seperti timah, merupakan komoditas yang membuat nama Bangka dan Belitung tersohor ke seluruh dunia. Pelabuhan Muntok di Bangka sebagai pintu ekspor akhirnya dikenal sebagai merek lada putih berkualitas, yaitu Muntok White Pepper.

Nama besar lada putih Bangka Belitung sayangnya tidak diikuti upaya pengembangan perkebunan lada. Luas perkebunan lada di Bangka dan Belitung menciut karena berubah menjadi lahan tambang timah atau kebun kelapa sawit.

Data Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan, luas perkebunan lada di Bangka Belitung terus menyempit. Tahun 1990-an, ketika harga lada putih melonjak, luas perkebunan lada di Bangka Belitung mencapai 90.000 hektar. Tahun 2002-2003, lahan perkebunan itu menyusut menjadi 60.000 hektar dengan produksi 60.000 ton lada putih.

Tahun 2008, luas perkebunan lagi-lagi menyusut menjadi tinggal 33.000 hektar, dengan luas perkebunan yang sudah menghasilkan hanya 15.000 hektar. Jumlah produksi lada putih tahun 2008 tercatat hanya 15.000 ton.
Baca lebih lanjut...
 
Petani Cengkeh Menganggapnya Pahlawan
Info
Luar biasa. Harga cengkeh saat itu Rp 70.000 per kilogram. Harga cengkeh saat itu hampir menyamai harga emas yang berkisar Rp 80.000- Rp 90.000 per gram. Dengan harga yang melangit, petani cengkeh di Minahasa, Sulawesi Utara, bagai panen emas. Harga mobil setara dengan 1,5 karung cengkeh (75 kilogram),” kata Boy Palit (53), petani cengkeh.

Berdiri di antara ratusan warga lintas-agama di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Sabtu (2/1) malam, yang menggelar 1.000 lilin mengenang Gus Dur, Boy bersama puluhan petani cengkeh tampak terharu. Mata Boy berkaca-kaca saat lilin di tangan pengunjung dinyalakan bersama, diikuti dengan doa untuk KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Presiden KH Abdurrahman Wahid saat berkuasa tahun 2001 dikenang sebagai pahlawan oleh petani cengkeh Minahasa. Harga cengkeh, yang terpuruk hingga Rp 2.000 kilogram (kg) pada era Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) tahun 1979, tahun 2001 secara mendadak melonjak.

Boy menyebut Gus Dur pembawa rezeki besar yang tak disangka bagi petani. Petani cengkeh di Minahasa nyaris kehilangan as dan didera nestapa selama 20 tahun ketika pemerintah rezim Orde Baru menerapkan pembelian cengkeh melalui BPPC.

Keterpurukan petani cengkeh ditandai kemiskinan luar biasa. Banyak anak petani yang putus sekolah, keluar kampung mencari pekerjaan di Manado dan Jakarta. Tidak hanya itu, ribuan pohon cengkeh ditebangi dan dijadikan kayu bakar untuk dijual kepada para pengusaha batu bata.

Harga cengkeh tidak lagi setara dengan biaya produksi dan harga beras yang saat itu Rp 2.500 per kg.
Baca lebih lanjut...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 4 dari 15
 
TEEAL
Science Direct
AWwI
Proquest

Pengunjung Online

Syndicate

© 2007 Situs Resmi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri
Jl. Raya Pakuwon Km. 2 Parungkuda - Sukabumi 43357
Telp.: +62-266-7070941, Fax.: +62-266-6542087
Email: balittri@gmail.com, balittri@litbang.deptan.go.id