Kelembagaan Perbenihan Perkebunan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Rabu, 13 Juli 2011 14:20

  Terjadinya adopsi benih unggul oleh petani pekebun merupakan hasil dari rangkaian kegiatan dan peristiwa yang dimotori oleh ‘lembaga perbenihan perkebunan’. Lembaga yang dimaksud dalam hal ini adalah organisasi, para pihak, peraturan, prosedur maupun rangkaian sumberdaya dan produk yang terkait dengan produksi dan distribusi benih (lihat Matriks).   Dalam arti sempit, lembaga perbenihan perkebunan paling tidak terdiri atas lembaga penghasil varietas, lembaga produsen dan benih unggul, lembaga distributor benih, lembaga pengguna benih dan  lembaga sertifikasi dan pengawasan benih

Penghasil varietas yang utama adalah para pemulia yang bekerja di berbagai lembaga penelitian perkebunan baik lembaga pemerintah seperti Puslitbang Perkebunan ataupun perusahaan-perusahaan swasta selain juga lembaga lainnya seperti Pemerintah Daerah bahkan juga para pemulia yang secara mandiri melaksanakan pemuliaan tanaman, seperti para petani yang peduli terhadap peningkatan mutu benih.
   
    Pada umumnya para pemulia memiliki koleksi plasma nutfah yang diperoleh dari eksplorasi dari berbagai daerah di seluruh dunia. Dengan plasma nutfah yang tersedia pemulia melaksanakan karakterisasi, evaluasi genetik  dan seleksi terhadap aksesi yang diperkirakan memiliki keunggulan tertentu sebagai sumberdaya genetika. Pemulia pada umumnya menindaklanjuti dengan hibridisasi untuk memperoleh individu yang unggul, maupun pengembangan calon varietas melalui bioteknologi seperti pengembangan varietas mutan atau varietas transgenik. Bahkan jika hasil dari seleksi tersebut telah didapatkan individu yang diduga unggul maka individu tersebut dapat dijadikan calon varietas untuk uji adaptasi dapat dilaksanakan.

    Calon varietas yang telah teruji keunggulannya dari hasil uji adaptasi yang dilaksanakan di tiga lingkungan dalam masa tiga periode, dapat diusulkan untuk pengujian varietas (oleh Tim Penilai) untuk menyaring kebenaran keunggulan dari calon varietas yang bersangkutan agar dapat  dikukuhkan oleh Menteri Pertanian dengan penerbitan Surat Keputusan  Pelepasan Varietas.  Varietas yang dilepas harus memiliki materi untuk perbanyakan sehingga dapat dihasilkan benih sumber dalam jumlah yang cukup sebagai sumber benih bagi para penangkar yang ingin mengkomersialkan varietas tersebut.

    Produsen benih (penangkar benih) adalah lembaga yang menghasilkan benih sebar  melalui perbanyakan tanaman dari varietas-varietas yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian. Produsen benih merupakan lembaga yang mentransformasi hasil pemuliaan menjadi benih komersial, sehingga pada umumnya merupakan lembaga bisnis baik usaha mikro, kecil, menengah maupun besar. Perbanyakan benih yang dilakukan oleh produsen benih dapat dilaksanakan melualui perbanyakan konvensional seperti biji, stek, cangkok, okulasi, dan penyambungan (grafting) ataupun yang non konvensional seperti perbanyakan yang berbasis pada kultur jaringan baik organogenesis ataupun embriogenesis somatik.

    Pada umumnya distribusi benih perkebunan dilakukan sekaligus oleh penangkar benih, apalagi untuk benih yang berbentuk bukan biji atau bibit tanaman. Bahkan untuk perkebunan besar perbenihan dikelola langsung oleh pengguna atau integrasi vertikal, untuk mendorong efisiensi penanaman dan peremajaan atau untuk menekan biaya investasi.

    Sebelum benih didistribusikan kepada pekebun, benih tersebut harus memiliki jaminan mutu. Oleh karena itu lembaga sertifikasi dan pengawasan benih (pemerintah) berperan untuk melakukan penjaminan mutu, dengan memberikan label benih sebagai tanda bahwa benih yang diedarkan tersebut merupakan benih yang sudah lulus dari pengujian mutu benih terutama yang terkait dengan keaslian varietas dan daya tumbuh benih (Agus Wahyudi, e-mail : Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya ).
 

 

LAST_UPDATED2